Etika Batuk

Etika Batuk

Baca judul ini mungkin kita agak sedikit bertanya tanya dalam hati ya, kok batuk juga harus beretika? Terus kalau memang ada etikanya, seperti apa sih?

Hari ini saya sedang mengantar ibu mertua ke Rumah Sakit untuk membuka benang jahitan bekas operasi Cimino (entah bagaimana ejaan hurufnya, saya tidak tahu, yang jelas Cimino merupakan salah satu dari akses pembuluh darah untuk keperluan cuci darah, selain arteriovenous graft, kateter vena sentral, atau tunnelling. Cimino menjadi salah satu prosedur yang wajib dilakukan bagi penderita gagal ginjal kronis yang akan menjalani cuci darah berulang untuk waktu yang lama.) di lengan kanannya.

Nah saat menunggu giliran untuk dipanggil dokter, di ruang tunggunya saya baca selembar kertas pemberitahuan atau semacam brosur tertempel di dinding dengan judul tulisamnya: “Etika Batuk”

Mungkin langsung saja saya paparkan poin poin apa saja Etika Batuk menurut brosur itu?

1. Saat batuk tutup mulut dan hidung Anda dengan tissue.

2. Jika tidak ada tissue, tutuplah mulut dan hidung dengan lengan dalam baju Anda.

3. Cucilah tangan setelah batuk atau bersin dengan air mengalir atau dengan handrub berbasis alkohol.

4. Buanglah tissue pada tempat sampah yang tersedia.

Nah … sudah tahu kan, ternyata batuk juga ada etikanya. Semua demi kesehatan lingkungan. Jadi … kalau Anda akan batuk… ingatlah etika ini dan lakukan.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Dan ingat… kalau bermanfaat, jangan biarkan tulisan ini berhenti di tangan Anda. Share… ke teman teman dan keluarga Anda, lewat icon icon yang sudah saya siapkan di laman ini.

Salam sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
%d bloggers like this: